PERAN LITERASI DIGITAL DALAM MENGATASI PERMASALAHAN KEMISKINAN

 Oleh Fikri Ahmad Faadhilah
Kader PK IMM YUNUS ANIS UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto.

Perkembangan tekhnologi saat ini dirasakan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menunjang sektor ekonomi dan meningkatkan standar hidup masyarakat. Namun, keterbatasan akses terhadap teknologi masih menjadi kendala besar bagi sebagian masyarakat Indonesia, khususnya di daerah terpencil dan ekonomi lemah. Oleh karena itu, peran literasi digital menjadi sangat penting dalam mengatasi permasalahan kemiskinan pada masyarakat. Literasi digital sendiri adalah kemampuan untuk menggunakan teknologi informasi dengan tepat dan efektif. Dalam hal ini, literasi digital dapat meningkatkan keterampilan, kemampuan dan akses informasi bagi masyarakat, khususnya di daerah pedesaan. Ketika masyarakat memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai, mereka akan dapat memanfaatkan teknologi dan informasi yang tersedia dengan lebih efektif. Hal ini akan memungkinkan masyarakat untuk mengambil kesempatan dalam menekan kemiskinan dan meningkatkan penghasilan.

Peran literasi digital dalam mengatasi kemiskinan dapat terlihat pada beberapa aspek, seperti:

Peluang Usaha

Penerapan literasi digital dapat membuka peluang bisnis baru bagi masyarakat yang kurang mampu dan kurang memiliki kesempatan dalam menekan kemiskinan. Teknologi digital yang semakin maju, memungkinkan untuk memulai usaha dengan modal yang lebih rendah dan efisien dalam digitalisasi transaksi. Melalui literasi digital, masyarakat dapat belajar keterampilan digital yang diperlukan untuk memulai usaha dan meningkatkan kualitas produk dan usahanya.

Keterampilan kerja

Dalam mencari pekerjaan, keterampilan digital menjadi salah satu kemampuan yang dibutuhkan oleh perusahaan saat ini, karena hampir semua perusahaan mengintegrasikan teknologi dalam operasionalnya. Pembelajaran keterampilan digital melalui literasi digital akan membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat dan membuat mereka lebih terampil dan produktif dalam bekerja. Terlebih dalam masa sulit seperti ini, pembelajaran literasi digital dapat menjadi solusi bagi sebagian orang untuk mencari pekerjaan tambahan yang berbasis digital sebagai sumber penghasilan.

Kesehatan

Literasi digital juga dapat diterapkan dalam sektor kesehatan. Misalnya, dengan menggunakan teknologi telemedicine atau layanan konsultasi medis jarak jauh yang dapat menghubungkan pasien di daerah terpencil dengan dokter khusus yang mungkin berada di kota. Hal ini akan meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan di daerah-daerah yang sulit dijangkau dan dengan demikian memperbaiki kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Pendidikan

Literasi digital sangat penting dalam memperluas akses pada layanan pendidikan, khususnya di daerah-daerah terpencil. Pendidikan literasi digital dapat membantu siswa menggunakan teknologi secara efektif dan juga membimbing siswa untuk mencari sumber informasi yang akurat. Selain itu, pendidikan digitital juga dapat menjadi tool pemanfaatan media digital sebagai tempat pembelajaran dan tersedianya sumber daya yang memadai. Melalui pendidikan literasi digital, siswa di daerah pedesaan dapat belajar dan terlibat dalam pengalaman belajar yang lebih luas dan interaktif.

Pemerataan akses Informasi dan pengembangan Saudara muda

Pemerintah dapat memanfaatkan literasi digital sebagai jalan alternatif untuk memperbanyak akses informasi pada masyarakat. Selain itu, melalui pembelajaran literasi digital, saudara muda juga dapat memahami lingkungan digital yang aman dan terpelihara. Hal ini akan membantu dalam memberikan pengetahuan yang benar dan mengatasi kesalahpahaman yang sering timbul akibat informasi yang terus ikut tumbuh pesat. Dalam memperbaiki kesadaran dalam isu sosial, literasi digital juga dapat mengajarkan pentingnya bekerjasama dalam membangun lingkungan yang lebih baik dan terus saling memotivasi satu sama lain.

Tahap utama dalam mengatasi permasalahan kemiskinan melalui literasi digital adalah pemerataan. Pemerataan akses informasi, keterampilan dan peluang digital bagi seluruh lapisan masyarakat harus dicapai. Pelaksanaan literasi digital harus diterapkan dalam skala regional dengan cara merangkul semua kawasan termasuk di pedesaan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah harus meningkatkan infrastruktur teknologi dan penyediaan sumber daya bagi seluruh masyarakat. Pemerintah juga harus memperjelas kebijakan dan memfasilitasi program pembelajaran literasi digital di sektor pendidikan dan keterampilan kerja. Selain itu, perusahaan atau industri teknologi juga dapat berperan dalam memfasilitasi program pelatihan literasi digital dan penyaluran sumber daya digital yang dibutuhkan oleh masyarakat. Penerapan literasi digital memang mungkin membutuhkan investasi, baik dalam infrastruktur teknologi maupun dalam pelatihan dan pendidikan masyarakat. Namun, investasi ini akan sebanding dengan keuntungan yang dapat diraih, yaitu peningkatan akses dan kemandirian masyarakat dalam menggunakan teknologi dan informasi yang efektif. Keuntungan inilah yang dapat membantu mengatasi per masalahan kemiskinan dalam jangka panjang.

Selain itu, pemerintah juga harus melibatkan semua pihak dalam pemenuhan akses informasi, keterampilan dan pelatihan digital. Masyarakat pedesaan juga harus diikutsertakan dalam pelaksanaan program ini, dengan cara menyediakan platform untuk memberikan masukan dan mengukur efektivitas program literasi digital bagi masyarakat dari berbagai kalangan. Peningkatan akses terhadap pendidikan, infrastruktur dan sumber daya secara terukur harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pedesaan.

Seiring dengan perkembangan digital, tersedianya kesempatan digital harus tetap dijaga dan disediakan setara bagi seluruh masyarakat. Penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa tidak terjadi kesenjangan digital antara masyarakat kota dan pedesaan. Terlebih, melalui perannya dalam pemenuhan kebutuhan teknologi dan informasi, literasi digital dapat memperkuat efektivitas sektor terkait secara menyeluruh.

Keberhasilan dalam mengatasi kemiskinan melalui literasi digital pasti tidak terwujud dalam waktu cepat. Namun, dengan keberlanjutan dan kesediaan semua pihak untuk bekerja sama, perkembangan literasi digital dapat menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan kemiskinan di Indonesia. Pelatihan literasi digital ditujukan untuk membuka peluang dan meningkatkan keterampilan dan akses informasi bagi masyarakat. Adanya dukungan penyelenggara program, baik dari pemerintah maupun swasta, dapat mempercepat proses penguatan literasi digital agar dampak yang dihasilkan dapat dirasakan oleh masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga harus berperan aktif dalam memanfaatkan literasi digital untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Keterampilan digital adalah nilai tambah yang dapat memberikan keuntungan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memanfaatkan teknologi digital, masyarakat dapat belajar hal baru, membuat jejaring sosial, memperoleh informasi, dan bahkan menjalankan bisnis.

Sebagai contoh, masyarakat pedesaan dapat memanfaatkan internet untuk mempromosikan produk mereka dengan membuat halaman atau akun bisnis di media sosial. Hal ini akan membantu meningkatkan akses pasar dan meningkatkan penghasilan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan e-commerce untuk menjual produk mereka secara online. Dengan memanfaatkan peluang-peluang ini, masyarakat pedesaan dapat meningkatkan perekonomian mereka dan memperbaiki kualitas hidup mereka.

Selain manfaat ekonomi, literasi digital juga dapat memberikan manfaat sosial dan kultural bagi masyarakat. Dengan menjalin hubungan interpersonal melalui internet, masyarakat dapat memperkuat keterlibatan sosial mereka dan mempererat jaringan masyarakat dalam suatu desa atau kota. Selain itu, dengan mengakses informasi yang beragam melalui internet, masyarakat juga dapat memperkaya pengetahuan mereka tentang budaya dan cara hidup yang berbeda.

Dalam mengatasi permasalahan kemiskinan melalui literasi digital, penting juga untuk memperhatikan aspek keamanan digital. Masyarakat perlu diingatkan agar selalu menghindari kegiatan digital yang tidak sah dan berhati-hati dengan tindakan online yang berpotensi merugikan. Serta perlu mewaspadai informasi hoax dan memastikan sumber informasi yang diterima adalah akurat dan terpercaya.

Dalam menjalankan program literasi digital, penting juga untuk mengukur efektivitas program secara berkala. Pemerintah harus membuat peta yang menunjukkan kemajuan dalam penerapan program literasi digital di seluruh wilayah, serta mengukur peningkatan literasi digital dan dampaknya bagi masyarakat. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa program literasi digital yang diterapkan berjalan secara efektif dan mencapai tujuannya dalam mengatasi permasalahan kemiskinan.

Kesimpulannya, sangat penting untuk menekankan pentingnya literasi digital dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan mewujudkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat Indonesia dengan memajukan teknologi dan memastikan implementasi program literasi digital yang tepat sasaran untuk semua orang. Oleh karena itu, program yang dipikirkan dengan matang, sukses, dan mencakup semua hal untuk meningkatkan keterampilan digital masyarakat dan mendukung industri terkait harus menjadi pendorong utama program literasi digital.


DAFTAR PUSTAKA

  Syauqi, A. T. (2016). Startup sebagai Digitalisasi Ekonomi dan Dampaknya bagi Ekonomi Kreatif di Indonesia. Department of Electrical Engineering and Information Technology, 3(2), 1-4. (https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/49143801/Ahmad_Thariq_SyauqiTI_2015_Kelas_D-libre.pdf?1474949329=&response-content-disposition=inline%3B+filename%3DStartup_sebagai_Digitalisasi_Ekonomi_dan.pdf&Expires=1684072798&Signature=V6aoKSYEh4pMG3VkbkIwy90KwTuiGdg-GBxnvz4vINlH6hHPMuPrITxUhXuEXXt2CYmfU4R-jxm2L1RwhTzTWKZhMeKcPjhzLTqzIhZpy03WNVy89Nb-sCp~a7q1jKkfWxba02WpIWvxCJSl0BkOTPar7clVh6~e4qMeOVwhqlK~~3fhXT9aH3KNyfX0B5QIvdCbNkqxM4MKmQXXM3SIaOU8scUb4xOAT9Lau-1LGyYE44eop~9-EOrXVdD8WoUz08mLymIld622onPgmQCOUYU0yfX39vyiORbGPYRmm0Bp7aLRMFXQbns8rBQ0R3D-msPMRuPpAp9HKxROgr~Jgg__&Key-Pair-Id=APKAJLOHF5GGSLRBV4ZA) 

  Muliani, A., Karimah, F. M., Liana, M. A., Pramudita, S. A. E., Riza, M. K., & Indramayu, A. (2021). Pentingnya Peran Literasi Digital Bagi Mahasiswa Di Era Revolusi Industri 4.0 Untuk Kemajuan Indonesia. Journal of Education and Technology, 1(2), 87-92. (http://jurnalilmiah.org/journal/index.php/jet/article/view/61) 

  Anwar, A. (2013). Aspek Hukum Penggunaan Telemedicine. FIKI 2013, 1(1).( http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/fiki2013/article/view/525) 

  Kom, S. (2021). Teknologi pendidikan di abad digital. Penerbit Lakeisha. (https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=UVU0EAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA34&dq=Literasi+digital+sangat+penting+dalam+memperluas+akses+pada+layanan+pendidikan,+khususnya+di+daerah-daerah+terpencil.+Pendidikan+literasi+digital+dapat+membantu+siswa+menggunakan+teknologi+secara+efektif+dan+juga+membimbing+siswa+untuk+mencari+sumber+infor&ots=Ub-6Bfx1mW&sig=Q_NAtHNH5Yvibqww2FMt6IxyNE8&redir_esc=y) 

  Nurrachmawati, A., Azahrah, T., Mardhani, Y. P., Yasmin, S. A., Norhayati, G. S. G. A., Pratama, M. N. E., ... & Putra, D. D. LITERASI PEMBENTUKAN KADER POSYANDU GUNA MENGEMBANGKAN KUALITAS REMAJA DI LINGKUNGAN KELURAHAN KARANG ASAM ILIR KOTA SAMARINDA. Penguatan Nilai Budaya, 83. (https://repository.unmul.ac.id/bitstream/handle/123456789/49842/prosiding%203%20%281%29.pdf?sequence=1&isAllowed=y#page=94) 

  Sudjatmoko, A. (2009). Cara cerdas menjadi pengusaha hebat. VisiMedia.( https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=ZihUBAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=Namun,+investasi+ini+akan+sebanding+dengan+keuntungan+yang+dapat+diraih,+yaitu+peningkatan+akses+dan+kemandirian+masyarakat+dalam+menggunakan+teknologi+dan+informasi+yang+efektif.+Keuntungan+inilah+yang+dapat+membantu+mengatasi+per+masalahan+kemiskinan+dal&ots=ojeFEc4Tcm&sig=Yw1PZ9sw2w4RxJx80ek4Jq0RCpM&redir_esc=y#v=onepage&q&f=false) 

  Nurdin, A. H. M. (2018). Menuju pemerintahan terbuka (open government) melalui penerapan e government. Jurnal MP (Manajemen Pemerintahan), 1-17. (http://ejournal.ipdn.ac.id/JMP/article/view/443/268) 

  Efianingrum, A. Pengembangan Iptek Berbasis Budaya. JURNAL MAJELIS, 1. (http://staffnew.uny.ac.id/upload/131612546/penelitian/C22_Jurnal%20Menyoal%20Posisi%20dan%20Peran%20Kebudayaan%20Indonesia%20sebagai%20Rujukan%20Dunia.pdf#page=10) 

  Sulaksono, J. (2020). Peranan digital marketing bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (umkm) desa tales kabupaten kediri. Generation Journal, 4(1), 41-47. (https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/gj/article/view/13906)

  Heri, S. (2022). Model Bisnis Kolaborasi Literasi Digital Masa Depan. Eqien-Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 9(1), 311-320. (https://stiemuttaqien.ac.id/ojs/index.php/OJS/article/view/337)

Komentar

Baca lainnya

URGENSI PERBAIKAN NIAT DALAM DIRI KADER KOMISARIAT

SENGKETA ATAS TANAH PULAU REMPANG DAN KONFLIK ATAS HAK-HAK MASYARAKAT

Evolusi Sektor Perbankan di Era Generasi Z

PEMIKIRAN POLITIK ISLAM LIBERAL DAN PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA DEWASA INI

"LIBURAN" MOMEN BERBAKTI PADA KEDUA ORANG TUA

TRANSFORMASI DIGITAL DALAM LAYANAN PERBANKAN: KASUS PENERAPAN TEKNOLOGI FINTECH